BAB I PENDAHULUAN January 21, 2010
Posted by Bima Hermastho in Chapter 1.add a comment
1.1 Latar Belakang Masalah
Keunggulan daya saing perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis salah satunya melalui pencapaian kualitas produk / jasa yang memiliki kualitas unggulan dan mampu memuaskan pelanggan dengan segala atribut yang di-inginkan pelanggan. Kesuksesan kinerja organisasi tidak lagi semata-mata dilihat dari perspektif / indikator finansial, namun juga melalui perspektif kepuasan pelanggan, kinerja operasional maupun kapabilitas organisasi. Salah satu strategi bisnis yang banyak digunakan sebagai standar praktek global saat ini adalah implementasi inisiatif TQM (Total Quality Management) melalui berbagai bentuk variannya.
Saat ini TQM dan alat manajemen serupa yang lain, misalnya Six Sigma, Lean Management System, diyakini merupakan alat peningkatan kinerja bisnis yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia, dan menjadi alat utama di dalam manajemen perubahan untuk menciptakan budaya perusahaan unggulan. Menurut Hansson (2003), TQM telah menjadi filosofi manajemen dan menjadi kunci dalam persaingan global, sebagai alat untuk mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang. Namun demikian hingga saat ini belum ada penelitian yang mengembangkan model terpadu bagaimana pengaruh strategis praktek MSDM, budaya perusahaan dalam menunjang kinerja organisasi yang berbasis TQM, padahal secara operasional terdapat keterkaitan erat ketiga praktek manajemen tersebut, khususnya di dalam sebuah organisasi perusahaan yang berorientasi pada world class company.
BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN MODEL January 21, 2010
Posted by Bima Hermastho in Chapter 2.add a comment
Pada Bab 2 akan dikaji bangunan teori yang dijadikan pijakan dalam pengembangan model penelitian disertasi, selanjutnya akan dibahas penelitian-penelitian terdahulu baik berupa konsep eksploratif maupun hasil penelitian empirik yang terdapat di dalam berbagai jurnal dan penelitian ilmiah. Kristalisasi gagasan berupa kerangka pemikiran teoritis, keterkaitan (asosiasi) antar konsep akan diwujudkan dalam proposisi penelitian.
Model teoritikal dasar yang dihasilkan dari kajian teori, sintesis antara konsep (proposisi) dan hasil penelitian empirik sebelumnya akan digunakan dalam menurunkan model penelitian utama sekaligus hipotesis-hipotesis penelitian untuk disertasi ini. Pada telaah pustaka akan difokuskan pada upaya penggalian 3 (tiga) konsep utama yang meliputi studi praktek MSDM, teori budaya organisasi, dan kinerja unggulan TQM, serta 1 (satu) sintesis model penelitian terpadu penelitian.
Lingkup bahasan Bab 2 diorganisasikan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.1. Pembahasan secara terperinci atas teori-teori dan konstruk-konstruk yang digunakan untuk penelitian ini diuraikan pada bagian-bagian berikut.
BAB III METODE PENELITIAN January 21, 2010
Posted by Bima Hermastho in Chapter 3.add a comment
Pada bab ini akan dijelaskan metode penelitian yang dilakukan, Tipe Penelitian, Obyek Penelitian, Rancangan Penelitian, Instrumen Penelitian, Pengumpulan Data, dan Teknik Analisis Data. Adapun skematis lingkup Bab 3, disajikan pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1
Lingkup Bab III
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan model penelitian empirik yang telah dikembangkan dalam Bab 2. Pengukuran variabel-variabel indikator yang berkaitan dengan konsep atau konstruk yang dikembangkan dan diajukan dalam membangun hipotesis harus memenuhi kriteria standar validitas dan reliabilitas. Terdapat 9 variabel yang dikembangkan dalam penelitian ini, sehingga dapat dipastikan bahwa model kausalitas yang dikembangkan dalam penelitian ini rumit dan memerlukan ukuran sampel yang besar. Kendala ukuran sampel yang besar ini mendorong peneliti untuk menggunakan pengukuran indikator ganda yang diperlakukan sebagai indikator tunggal (Frone, Russel dan Cooper, 1992). Indikator tunggal tersebut diperoleh dengan menggunakan konsep composite indicator sebagai factor score. Factor score dihitung dengan menggunakan penjumlahan secara tertimbang terhadap masing-masing indikator pembentuk composite variable. Angka timbangan tersebut diperoleh dari confirmatory analysis (w). Penyederhanaan proses perhitungan variabel latent ini memungkinkan peneliti untuk mempergunakan Path Analysis sebagai pengganti Full Structural Equation Modelling dengan aplikasi AMOS, apabila sampel penelitian tidak memenuhi persyaratan dalam pengujian model menggunakan full SEM.
Ritz Carlton Hotel: Gold Standard Culture January 14, 2010
Posted by Bima Hermastho in Culture Domain.add a comment
Prof. Dave Ulrich and HR Transformation January 13, 2010
Posted by Bima Hermastho in HRM Domain, Uncategorized.add a comment